Valentino Rossi hanya berhasil duduk diperingkat ke-12 pada test hari pertama di Sirkuit sepang, Malaysia, yang rencananya akan berlangsung selama tiga hari. Perstasikurang memusakan juga ditorehkan rekan setim Ross ,Nicky Hayden. Pembalap 29 tahun itu hanya mampu berada satu strip di bawah Rossi.
Hasil ini tergolong amat buruk bagi duo mantan juara dunia motogp yang kini membela tim Ducati itu. Bila Rossi kerap mengeluhkan bahunya, Hayden mengeluh bagian grip dan front end Desmosedici GP11.
Walaupun hanya mampu berada di urutan ke-12, namun Rossi merasa bahagia karena mampu menyelesaikan 41 lap. Pembalap asal Italia itu juga mengungkapkan dirinya lebih optimistis dalam menatap balapan mendatang.
“Saya tidak pernah sebahagia ini berada di posisi ke-12 karena setelah tes di Misano kami merasa sanagt pesimistis. Kini, semuanya sudah jauh lebih baik. kami mampu menempuh 20 sampai 25 lap dengan kecepatan tinggi,” tuturnya seperti dilansir Autosport.
“Walaupun masih banyak yang harus dibenahi, namun secara keseluruhan kami tampil cukup baik hari ini. Kami kini memahami solusi terbaik adalah dengan tidak merubah DNA Ducati. Kami harus mengambil keuntungan dari aspek positif dan meningkatkan yang lain.”
“Saya masih merasa sakit ketika mengerem. Namun dibandingkan pada saat di Valencia, saya mampu berbuat banyak di sini.”
“Yang terpenting saya harus mendapat cukup istirahat untuk mengembalikan mobilitas. Jadi, saya mampu menyelesaikan 30 sampai 40 lap. Saya harus mendapa pijatan dan menaruh es di bahu saya,” pungkasnya.
BAHASA adalah yang paling baik dalam menunjukkan identitas kultural suatubangsa.Dengan kata lain bahasa menunjukkan bangsa. Itu sebabnya penting bagi bangsaMelanesia melestarikan sekitar 250 bahasa etnisnya dari arus besar dominasi ‘bahasaIndonesia’. Sejauh mana dominasi itu? Apa dampaknya? Bagaimana proses historisnya?Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, penting sebagai upaya melestarikan identitasbangsa Melanesia, yang selama ini ‘lebur’ dalam “NKRI” dan dalam banyak hal justrumengalami Jawanisasi. Ini kontradiktif dengan gagasan Indonesia yang ber-BhinnekaTunggal Ika.
Dewasa ini, bangsa Melanesia menggunakan bahasa Indonesia, sebagaimana bahasa ini adalah “bahasa pemersatu”, yang mendapat tempat utama dalam media komunikasi formal, baik sebagai bahasa teks maupun lisan, disekolah, perkantoran dan tentu saja pada media cetak dan elektronik. Memang ada sisi baiknya, bahwa ‘bahasa Indonesia’ memainkan peran penting sebagai “jembatan” komunikasi menerobos diversitas linguistik yang berbeda satu sama lain (termasuk di Papua), dan memungkinkan para penuturnya menjangkau dunia pendidikan modern. Namun mesti disadari pula akan sisi buruknya, terutama bahwa ‘bahasa Indonesia’ menjadi dominan sehingga bahasa-bahasa lain keumgkinan akan tersisihkan. Entah bahasa Batak, Jawa, Bali dan termasuk 250 bahasa etnis Melanesia di tanah Papua. Padahal Bahasa Indonesia baru digunakan secara serius sejak 1950 di Papua oleh para pendakwah dan pejabat kolonial dalam rangka ‘menyatukan’ wilayah Papua dengan wilayah Hindia Belanda lainnya. Hal ini seiring dengan kebijakan diskriminasi kolonial Belanda yang hanya memperbolehkan bahasa Belanda diajarkan pada garis keturunan tertentu saja.
Apabila menenggok lebih jauh ke masa sebelumnya, maka bangsa Melanesiasebenarnya belum cukup dikenal para nasionalis Indonesia, selain sebagai koloni Belandayang dalam banyak hal tidak terlibat langsung dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.Diluar itu, wilayah ini cukup terisolir dari koloni Belanda di sebelah barat, kecualiwilayah pesisir utara yang menjalin hubungan dagang tradisional dengan Maluku.Selebihnya hanya bayang-bayang penjara besar - Boven Digul, di tengah sebagian besarmasyarakat yang masih hidup di zaman batu (Benedict Andersson: 2002)Ini berarti bangsa Melanesia, tidak terlibat dalam beberapa proses sejarah penting, terkaitdengan penggunaan bahasa Indonesia. Pertama, saat bahasa Indonesia dipermaklumkansebagai bahasa persatuan pada Sumpah Pemuda 1928, tidak ada yang mewakili bangsaPapua dalam peristiwa tersebut, kedua, saat bahasa Indonesia dianjurkan semasapendudukan Jepang untuk menggusur bahasa Belanda, hal itu tidak terjadi di Papua,apalagi karena pertimbangan militer dan kondisi sosial politik waktu itu, Jepang membagiHindia Belanda menjadi tiga wilayah koloni terpisah, dan Papua berada dibawahAngkatan Laut yang berpusat di Makasar, ketiga, saat bahasa Indonesia dipergunakansebagai wahana perlawanan menyerang kolonialisme yang dipuncaki proklamasikemerdekaan RI 1945, justru bangsa Papua belum ‘mengenal’ NKRI.Dari tiga fakta ini, bisa dibilang bahasa Indonesia adalah produk historis yang dalam prosesnya tidak sepenuhnya melibatkan bangsa Melanesia. Barulah pada tahun 1963ketika Orde Lama mencanangkan operasi Trikora, dan disusul pelaksanaan Pepera semasaOrde Baru tahun 1969 bahasa Indonesia mulai dijadikan ‘bahasa resmi’ di Papua.Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia yang sebagaimana disebutkandalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36. Ia juga merupakan bahasa persatuanbangsa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.Meski demikian, ia hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benarmenggunakannya sebagai bahasa ibu karena dalam percakapan sehari-hari yang tidakresmi masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan bahasa daerahnya masing-masingsebagai bahasa ibu seperti bahasa Melayu pasar, bahasa Jawa, bahasa Sunda, dll. Untuksebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua dan untuk taraf resmibahasa Indonesia adalah bahasa pertama.
Bahasa Indonesia ialah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmiRepublik Indonesia Kata "Indonesia" berasal dari dua kata bahasa Yunani, yaitu Indosyang berarti "India" dan nesos yang berarti "pulau". Jadi kata Indonesia berarti kepulauanIndia, atau kepulauan yang berada di wilayah India.
Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945.Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkankata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah danasing. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu yang pokoknya daribahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam KongresBahasa Indonesia I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah, "jang dinamakan 'BahasaIndonesia' jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari 'MelajoeRiaoe', akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroetkeperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjatdi seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesiaitoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaaIndonesia". atau sebagaimana diungkapkan dalam Kongres Bahasa Indonesia II 1954 diMedan, Sumatra Utara, "...bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasarbahasa Indonesia ialah bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannja dalammasjarakatIndonesia".Secara sejarah, bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek temporal dari bahasaMelayu yang struktur maupun khazanahnya sebagian besar masih sama atau miripdengan dialek-dialek temporal terdahulu seperti bahasa Melayu Klasik dan bahasaMelayu Kuno. Secara sosiologis, bolehlah kita katakan bahwa bahasa Indonesia barudianggap "lahir" atau diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928. Secarayuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakuikeberadaannya. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai penghantar pendidikandi perguruanperguruan di Indonesia. Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan), namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak)
Carl Friedrich Gauss, menganggap dirinya sebagai "pangerannya para matematikawan", dan mengatakan matematika sebagai "Ratunya Ilmu Pengetahuan".
Carl Friedrich Gauss mengatakan matematika sebagai "Ratunya Ilmu Pengetahuan". Di dalam bahasa aslinya, Latin Regina Scientiarum, juga di dalam bahasa JermanKönigin der Wissenschaften, kata yang bersesuaian dengan ilmu pengetahuan berarti (lapangan) pengetahuan. Jelas, inipun arti asli di dalam bahasa Inggris, dan tiada keraguan bahwa matematika di dalam konteks ini adalah sebuah ilmu pengetahuan. Pengkhususan yang mempersempit makna menjadi ilmu pengetahuan alam adalah di masa terkemudian. Bila seseorang memandang ilmu pengetahuan hanya terbatas pada dunia fisika, maka matematika, atau sekurang-kurangnya matematika murni, bukanlah ilmu pengetahuan. Albert Einstein menyatakan bahwa "sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, maka mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan.
Banyak filsuf yakin bahwa matematika tidaklah terpalsukan berdasarkan percobaan, dan dengan demikian bukanlah ilmu pengetahuan per definisi Karl Popper.Tetapi, di dalam karya penting tahun 1930-an tentang logika matematika menunjukkan bahwa matematika tidak bisa direduksi menjadi logika, dan Karl Popper menyimpulkan bahwa "sebagian besar teori matematika, seperti halnya fisika dan biologi, adalah hipotetis-deduktif: oleh karena itu matematika menjadi lebih dekat ke ilmu pengetahuan alam yang hipotesis-hipotesisnya adalah konjektur (dugaan), lebih daripada sebagai hal yang baru.Para bijak bestari lainnya, sebut saja Imre Lakatos, telah menerapkan satu versi pemalsuan kepada matematika itu sendiri.
Sebuah tinjauan alternatif adalah bahwa lapangan-lapangan ilmiah tertentu (misalnya fisika teoretis) adalah matematika dengan aksioma-aksioma yang ditujukan sedemikian sehingga bersesuaian dengan kenyataan. Faktanya, seorang fisikawan teoretis, J. M. Ziman, mengajukan pendapat bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan umum dan dengan demikian matematika termasuk di dalamnya. Di beberapa kasus, matematika banyak saling berbagi dengan ilmu pengetahuan fisika, sebut saja penggalian dampak-dampak logis dari beberapa anggapan. Intuisi dan percobaan juga berperan penting di dalam perumusan konjektur-konjektur, baik itu di matematika, maupun di ilmu-ilmu pengetahuan (lainnya). Matematika percobaan terus bertumbuh kembang, mengingat kepentingannya di dalam matematika, kemudian komputasi dan simulasi memainkan peran yang semakin menguat, baik itu di ilmu pengetahuan, maupun di matematika, melemahkan objeksi yang mana matematika tidak menggunakan metode ilmiah. Di dalam bukunya yang diterbitkan pada 2002 A New Kind of Science, Stephen Wolfram berdalil bahwa matematika komputasi pantas untuk digali secara empirik sebagai lapangan ilmiah di dalam haknya/kebenarannya sendiri.
Pendapat-pendapat para matematikawan terhadap hal ini adalah beraneka macam. Banyak matematikawan merasa bahwa untuk menyebut wilayah mereka sebagai ilmu pengetahuan sama saja dengan menurunkan kadar kepentingan sisi estetikanya, dan sejarahnya di dalam tujuh seni liberal tradisional; yang lainnya merasa bahwa pengabaian pranala ini terhadap ilmu pengetahuan sama saja dengan memutar-mutar mata yang buta terhadap fakta bahwa antarmuka antara matematika dan penerapannya di dalam ilmu pengetahuan dan rekayasa telah mengemudikan banyak pengembangan di dalam matematika. Satu jalan yang dimainkan oleh perbedaan sudut pandang ini adalah di dalam perbincangan filsafat apakah matematika diciptakan (seperti di dalam seni) atau ditemukan (seperti di dalam ilmu pengetahuan). Adalah wajar bagi universitas bila dibagi ke dalam bagian-bagian yang menyertakan departemen Ilmu Pengetahuan dan Matematika, ini menunjukkan bahwa lapangan-lapangan itu dipandang bersekutu tetapi mereka tidak seperti dua sisi keping uang logam. Pada tataran praktisnya, para matematikawan biasanya dikelompokkan bersama-sama para ilmuwan pada tingkatan kasar, tetapi dipisahkan pada tingkatan akhir. Ini adalah salah satu dari banyak perkara yang diperhatikan di dalam filsafat matematika.
Penghargaan matematika umumnya dipelihara supaya tetap terpisah dari kesetaraannya dengan ilmu pengetahuan. Penghargaan yang adiluhung di dalam matematika adalah Fields Medal (medali lapangan) dimulakan pada 1936 dan kini diselenggarakan tiap empat tahunan. Penghargaan ini sering dianggap setara dengan Hadiah Nobel ilmu pengetahuan. Wolf Prize in Mathematics, dilembagakan pada 1978, mengakui masa prestasi, dan penghargaan internasional utama lainnya, Hadiah Abel, diperkenalkan pada 2003. Ini dianugerahkan bagi ruas khusus karya, dapat berupa pembaharuan, atau penyelesaian masalah yang terkemuka di dalam lapangan yang mapan. Sebuah daftar terkenal berisikan 23 masalah terbuka, yang disebut "masalah Hilbert", dihimpun pada 1900 oleh matematikawan Jerman David Hilbert. Daftar ini meraih persulangan yang besar di antara para matematikawan, dan paling sedikit sembilan dari masalah-masalah itu kini terpecahkan. Sebuah daftar baru berisi tujuh masalah penting, berjudul "Masalah Hadiah Milenium", diterbitkan pada 2000. Pemecahan tiap-tiap masalah ini berhadiah US$ 1 juta, dan hanya satu (hipotesis Riemann) yang mengalami penggandaan di dalam masalah-masalah Hilbert.
Danau ini oleh dunia disebut sebagai salah satu dari sembilan keajaiban dunia. Danau tiga warna terletak di Gunung Kelimutu, Flores,NTT. Di sana ada tiga danau yang berdekatan namun dengan warna-warna yang berbeda. Danau kawah tersebut adalah Tiwu Ata Polo (danau merah), Tiwu Nua Muri Kooh Fai (danau hijau) dan Tiwu Ata Mbupu (danau biru). Danau Kelimutu merupakan satu-satunya danau di dunia yang airnya dapat berubah setiap saat, dari merah menjadi hijau tua dan kemudian merah hati, hijau tua menjadi hijau muda, coklat kehitaman menjadi biru langit. Fenomena alam ini merupakan keajaiban.
misteri Batu Bisa Berjalan Sendiri - Fenomena alam berikut ini tergolong unik seperti yang kita ketahui bahwa batu tentu saja hanyalah sebuah benda mati yang tidak punya 'kaki', namun anehnya fenomena alam di danau kering Racetrack Playa, California-AS ini bisa berjalan-jalan yaitu dalam artian berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Misteri Batu Bisa Berjalan Sendiri ini tentu saja langsung mendapatkan perhatian yang besar pasalnya bukan hanya batu-batuan kecil saja yang berjalan, namun batu yang beratnya puluhan kilo juga bisa berjalan-jalan sendiri. Sampai saat inipun batuan yang bisa berjalan sendiri ini masih saja menjadi misteri dan tidak ada satu orang atau organisasi satupun yang dapat menjelaskan secara pasti bagaimana batu ini berpindah tempat, meski beberapa orang sudah mempunyai penjelasannya masing-masing menurut nalar.
Sekedar informasi, Racetrack Playa adalah danau kering yang datar dengan panjang empat kilometer dan lebar sekitar dua kilometer. Terletak di California-AS, permukaannya terdiri dari batuan sedimen yang terbuat dari lumpur dan tanah liat. Iklim di daerah ini juga kering. Hujan hanya terjadi beberapa inci per tahun. Namun, saat hujan, pegunungan terjal yang mengelilingi Racetrack Playa akan menyuplai air ke permukaan danau dan menyulapnya menjadi danau dangkal yang sangat luas. Sayangnya, ini hanya bertahan beberapa hari saja. Setelah itu, dalam keadaan basah, permukaannya berubah menjadi lumpur yang lembut dan licin.
Ada beberapa asumsi atau penjelasan tentang mengapa batu-batu di Racetrack Playa dapat berjalan. Semua penjelasan tersebut masuk akal. Bisa jadi Anda setuju dengan salah satunya. Namun, sampai saat ini belum ada yang dapat membuktikannya bersama-sama secara ilmiah.
Apakah mereka digerakkan oleh manusia atau hewan?
Jejak yang terbentuk di belakang batu menunjukkan bahwa batu-batu berjalan itu berpindah saat permukaan Racetrack Playa masih ditutupi dengan lumpur yang sangat lembut. Dan, di sekitar jejak batu, tidak ada lumpur yang rusak akibat jejak makhluk hidup lainnya. Artinya, sangat kecil kemungkinan batu tersebut dipindahkan oleh manusia dan hewan.
Apakah mereka digerakkan oleh angin?
Ini penjelasan paling favorit dan dipilih banyak orang karena dinilai paling mungkin. Bukan asal tebak atau sekedar menerka-nerka. Tapi, jika dipelajari dari jejak batu yang berjalan, arahnya sejajar dengan arah angin yang berhembus di Racetrack Playa, yakni dari barat daya ke arah timur laut.
Hembusan angin kencang diperkirakan mampu menyenggol batu sampai berpindah tempat. Kurva pada jejak batu tersebut dibentuk oleh pergeseran arah angin yang membawanya, karena interaksi angin dan batu tidak teratur.
Batu berjalan di Racetrack PlayaApakah mereka digerakkan oleh es?
Beberapa orang mengaku sempat menyaksikan Racetrack Playa tertutup oleh lapisan es tipis. Idenya, air membeku di sekitar batu. Lalu, angin berhembus di atas permukaan es dan menyeret lapisan es berikut batu yang tertancap di permukaan es.
Beberapa penelitian telah menemukan jejak sangat kongruen pada beberapa batu. Namun, seharusnya pengangkutan lapisan es besar diharapkan meninggalkan tanda para permukaan Playa. Sampai saat ini, tanda tersebut belum bisa dibuktikan.
Mungkin Anda setuju dengan salah satu dari beberapa penjelasan di atas. Atau, tidak ada salahnya jika Anda mempunyai penjelasan lain yang berbeda. Tetapi, mungkin cerita ini akan tetap menarik jika jawabannya tidak pernah diketahui dan menjadi misteri.
Yersinosis Penyakit Infeksi Bakteri Genus Yersina – Yersinosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan bakteri dari genus Yersina. Di Amerika serikat menurut Centers fo Disesase Control and Prevention, banyak orang sakit disebabkan oleh salah satu spesies Y. enterocolitica. Infeksi Y. enterocolitica dapat menyebabkan sebuah varietas gejala tergantung pada umur dan infeksi. Infeksi ini sering menyerang anak-anak
Military exoskeleton merupakan sejenis rangka luar bertenaga hidrolik yang dipasang pada militer dan bisa mengangkat hingga 100 kg benda untuk jangka waktu yang lama dan bisa sambil mengelilingi suatu area pula. Desainnya yang fleksibel memungkinkan pengguna untuk berjongkok, bergerak pelan dan “mengangkat” ke atas. Tidak ada joystick maupun mekanisme kontrol lainnya. Kontrolnya menggunakan indra manusia.